Perjalanan Kuliah 13 Semester Sambil Bekerja Full-Time dan Merintis Karir Sebagai Software Engineer

https://unsplash.com/photos/vEgVWRBr2VY (Pake featured picture biar nggak hambar di preview)

Intro

Bukan success story, hanya cerita perjalanan hidup biasa yang ingin saya abadikan ke dalam sebuah tulisan.

Sesuai dengan judulnya, tulisan ini bercerita tentang perjalanan kuliah selama lebih dari 6,5 tahun (13 semester). Selama masa itu saya berpindah-pindah pekerjaan mulai dari buruh pabrik (5x), teknisi (1x), dan merintis karir di bidang IT sebagai Software Engineer (3x).

13 semester Bukan waktu yang normal untuk ukuran kuliah di era sekarang dimana orang-orang biasa lulus dalam waktu 3,5 tahun sampai 4 tahun saja, bahkan ada sebagian orang yang bisa lulus dengan waktu 3 tahun (S1).

Kalau boleh ngeles, saya akan beralasan lamanya lulus karena faktor kuliah sambil sibuk kerja full-time, meskipun pada kenyataannya tidak demikian. Teman-teman saya satu angkatan ada yang lulusnya normal 4th, jadi itu murni alasan saja. Penyebab lamanya saya kuliah adalah kebodohan diri saya sendiri, namun pada akhirnya bisa saya perbaiki.

Latar Belakang

Saya adalah lulusan RPL SMK (STM) 2 Karanganyar, Jawa Tengah, yang masa sekolah dihabiskan untuk hal-hal tidak berguna seperti anak STM kebanyakan. Setelah selesai sekolah dan lulus, saya tidak tahu mau ngapain, tidak tahu mau jadi apa.

Foto lulusan SMK.

Saya menjadi lulusan tidak berguna, pun tidak mendaftar kuliah karena sadar ekonomi keluarga. Satu waktu ada sebuah iklan LPK untuk menjadi TKI ke Korea Selatan, dan saya ikut pelatihan… singkatnya saya gagal menjadi TKI dan memutuskan untuk pergi merantau ke Cikarang.

Awal Merantau

Di Cikarang mencari kerja, dapat pekerjaan pertama sebagai buruh pabrik. Setelah 3 bulan kerja, saya resign lalu pindah kerja di salah satu perusahaan Astra Grub produsen Aki Mobil terbesar di Indonesia, di Jakarta Utara sebagai buruh pabrik. Singkat cerita setelah hampir 1 tahun bekerja, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan dengan menjalani kuliah ekstensi (kuliah Sabtu-Minggu).

Ide Untuk Kuliah

Ide dan keputusan untuk melanjutkan kuliah tersebut datang setelah menonton anime Sakurassou no Petna Kanojou dimana di anime tersebut berisikan anak-anak sekolah yang punya mimpinya masing-masing dan tahu mau ngapain dalam hidup. Meskipun sebenarnya mimpi saya ingin menjadi pemain bola atau penulis/pencipta lagu, namun akhirnya saya sadar 2 profesi tersebut membutuhkan bakat, dimana saya tidak memiliki ke-2nya.

Sakurassou no petna kanojou (https://nawalakarsa.id/)

Saya mencari jurusan kuliah sesuai dengan jurusan ketika sekolah dan bisa disambil bekerja fultime, ketemulah Teknik Informatika FT UMJ, Jakarta.

Kuliah Pertama

Auditorium FT UMJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat 1 Maret 2014 Kuliah Umum. Masih ingat betul tanggal itu karena tepat 1 tahun bekerja di tempat kerja yang saat itu saya jalani. Sebagai orang kampung yang bekerja di pabrik, ketika datang dan melihat teman-teman kuliah, jujur minder. Ada sambutan dari Dekan dan berbagai pidator motivasi ala kuliah sambutan lainnya.

Setelah Kuliah umum, kami satu angkatan kemudian mengikuti jadwal kuliah yang ada dan masuk ke sebuah ruang kelas. Kelas masih kosong, dosen belum datang, kami mulai perkenalan dan memutuskan siapa yang akan jadi ketua kelas, dan seterusnya. Intinya perkenalan.

Tahun Pertama

Semester pertama dan kedua merupakan semester yang biasa saja, kuliah belum berantakan, dan bukan pula tahun yang kuliahnya bagus. Menjalani kuliah masih dalam mode semangat dan antusias dengan mata kuliah seperti Kalkulus, Algoritma Pemrogramman, Logika Informatika, Sistem bilangan, dll. Sebagian mata kuliah tersebut sudah familiar ketika masih bersekolah di SMK (RPL).

Tahun dimana saya dan teman-teman masih dalam proses adaptasi dan saling mengenal.

Makan dengan teman-teman di sela kuliah.

Di pekerjaan, saya habis kontrak di (Tempat kerja ke-2) pada bulan Mei. Setelah 1 bulan mengangur, kemudian dapat kerja lagi-lagi di pabrik.

Kali ini di wilayah Cikarang. Produsen karburator yang kerjanya di bagian casting, di bagian tempat peleburan timah, panas, berat dan berbahaya. Saya hanya kuat bertahan selama 1 bulan, kemudian resign. (Tempat Kerja ke-3)

Setelah 2 bulan mengangur saya dapat lagi kerja di salah satu PT, pabrik lagi Astra grub di wilayah Karawang, hanya 1 bulan karena satu alasan kemudian resign lagi. (Tempat kerja ke-4).

Lalu saya pindah kerja lagi di salah satu jasa servis fotocopy di Jakarta Barat, Saya resign karena tidak kuat mental. Anak-anak di sana tidak punya respect dan sering merendahkan saya dengan cara menirukan logat medok. Buat saya ini semacam penghinaan. (Tempat kerja ke-5).

Tahun Kedua

Kuliah berjalan masih biasa saja, meskipun mulai ada tanda-tanda malas. Saya mulai mempertanyakan apakah ilmu di kampus yang isinya banyak matematika-nya ini bakal berguna di dunia kerja atau tidak? apakah setelah lulus akan bisa masuk ke industri? dan sebagainya.

karaoke dengan teman-teman kuliah

Di kuliah, pertemanan sudah mulai cair, sudah mulai saling kenal. Masa dimana kami lagi senang-senangnya kuliah, main, nongkorng kesana-kemari. Masih kompak lah pokoknya.

Pada masa ini juga saya mulai bergabung di berbagai komunias IT, yang pertama Pascal Indonesia, kemudian PHP Indonesia (Komunitas IT terbesar di Indonesia pada waktu itu). Saya mulai nimbrung, mulai banyak baca dan mencari referensi tentang dunia Software Development dan mulai sedikit-sedikit ngoding. Kemudian saya melakukan sesuatu yang menurut saya sangat merubah hidup, hijrah digital.

Di mulai dengan menggunakan Linux Ubuntu 14.04 dan meninggalkan total Software bajakan, meskipun masih mendengarkan lagu dan menonton film bajakan, pada waktu itu belum kenal Spotify & Neflix seperti sekarang.

Di tahun ini saya pindah pekerjaan lagi-lagi di pabrik, produsen plastik untuk komponen otomotif (Tempat kerja ke-6), dimana ini adalah pekerjaan terlama ke-2 saya pada saat itu.

Tahun Ketiga

futsal di sela-sela kuliah

Di tahun ini kuliah mulai goyah, saya sudah mulai tahu banyak tentang real-world, real-industry, apa-apa saja yang dibutuhkan di Industri, dan seterusnya. Saya bergabung dengan komunitas IT yang menurut saya adalah komunitas paling solid, membernya sedikit, saling kenal dan kebanyakan adalah mereka yang sudah banyak pengalaman (Ruby on Rails Indonesia). Bahkan beberapa dari kami saat ini akhirnya satu kantor.

Saya masih bekerja di (Tempat kerja ke-7), kemudian di bulan ke-10 atau 11, saya memutuskan untuk resign karena politik kerjaan yang sampai saat saya menulis ini masih ada feels. Setelah resign, saya niatkan 100% secara serius harus mulai masuk di Industri IT apapun keadaanya, belum lulus kuliah, kuliah berantakan, IPK dibawah 3, dll.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah keluar modal, membeli buku Menyelami Framework Laravel — Rahmat Awaludin. Buku ini merupakan buku yang mengantarkan saya masuk ke Industri. Metode belajar yang saya gunakan adalah skip-skip teori-teori laravel pada dan berfokus pada study-case, membuat toko online.

Kira-kira 2 bulan nganggur sambil belajar, sambil memberanikan diri apply sana apply sini, modal nekad, sempat test dan gagal di salah satu anak perusahaan TNT. Hingga akhirnya dapat pekerjaan pertama di Industri pada semester 5. Kalau tidak salah gaji pertama saya 3,5jt dimana pada waktu itu UMR Jakarta 3,2.

Meskipun itu gaji yang nggak buruk buruk amat untuk ukuran lulusan SMK yang skillnya pas-pasan, tapi sangat ngepas untuk biaya hidup dan kuliah di Jakarta. Bisa dikatakan itu adalah pekerjaan dengan penghasilan paling sedikit yang pernah dapatkan.

Tapi tidak masalah, saya paham percaya bahwa pekerjaan pertama di bidang IT tujuannya adalah mencari pengalaman, gaji nomor dua.

Tahun Keempat

Di tahun ini, kuliah mulai menurun, mulai banyak mata kuliah yang tidak lulus, pun tidak bisa ikut semester pendek karena gaji yang sangat pas-pasan.

Di tahun ini kami (mahasiswa 1 angkatan) sudah mulai menyusun KP (Kerja Praktek). Sebagian teman lulus, tapi saya tidak. Mengulang KP di semester depan.

Di semester berikutnya saya mengulang KP lagi, dan teman yang lain sudah mulai masuk Tugas Akhir, hingga akhirnya mereka lulus.

Pada titik ini, saya merasa sedih melihat diri sendiri yang masih gini-gini aja, kuliah banyak yang berantakan sedangkan teman-teman yang lain sudah TA.

Namun ada pembenaran dalam diri yang mengatakan “It’s okay, kamu belum lulus tapi kamu kan udah masuk Industri lebih dulu”. Yang malah jadi boomerang, menjadikan saya semakin malas.

Selama 10 bulan bekerja akhirnya saya resign (lagi) atau lebih tepatnya dipecat dari (Tempat kerja ke-7), keuangan perusahaan sedang menurun. Di hari pemecatan saya sedih, menangis dan saya lepaskan stress dengan naik motor keliling Jakarta Selatan. Mungkin ini adalah titik terendah selama merantau, meskipun nggak sedramatis kisah-kisah lain. Di hari beikutnya saya sudah kembali membaik.

Setelah berhenti, saya mencari kerja, setelah beberapa minggu saya mendapatkan tawaran bekerja di salah satu konsultan Odoo, pada waktu itu ditawari gaji 6jt (2016) dan harus relokasi ke Jogja, namun setelah konsultasi dengan Ibu, tidak dibolehkan sebelum menyelesaikan kuliah.

Akhirnya manut apa kata Ibu dan beberapa hari kemudian saya test lalu diterima di salah satu perusahaan penyedia alat-alat tambang. (Tempat kerja ke-8). Di (Tempat kerja ke-8) ini saya hanya bekerja selama 4 bulan saja.

Web Team Gojek

Setelah resign di (Tempat kerja ke-8), akhirnya diterima dan pindah kerja di Gojek (Tempat kerja ke-9) hingga saat ini, tempat kerja terbaik yang pernah saya jalani. Ya saya sudah bekerja di 9 perusahaan berbeda.

🤦🏻 Tahun Kelima

Di tahun ini, kuliah masih berantakan. Ini akibat dari kebodohan saya karena terlalu menganggap enteng kuliah, merasa punya skill dan pekerjaan yang oke (padahal enggak/belum), merasa tidak lagi butuh Kuliah. Jelas ini salah total.

Pada satu waktu saya mendengarkan Podcast Awal Minggu, disitu si host (Adriano Qalbi) mengomentari kiriman email curhat seroang pendengar yang kisahnya mirip dengan saya, yang pada intinya dia membalas: “Selesaiin apa yang lo mulai!!”.

Hal itu memotivasi saya untuk di semester selanjutnya selalu berusaha memperbaiki apa yang sudah berantakan akibat kebodohan saya di semester-semester sebelumnya agar bisa menyelesaikan apa yang sudah saya mulai.

https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/I/71aFt4+OTOL.jpg

Hal lain yang juga menjadi inspirasi saya untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai adalah kisah di novel The Alchemist — Paolo Coelho,

Novel itu menceritakan bahwa si tokoh utama, Santiago memiliki tujuan untuk menemukan harta karun, namun di tengah perjalanan dia bertemu godaan yang hampir saja membuatnya berhenti untuk menemukan harta karun tersebut, namun pada akhirnya, Santiago sadar dan melanjutkan perjalanannya kembali.

Tahun Keenam

Pada 2 semester ini saya berusaha disiplin dan berusaha untuk selalu lulus di semua mata kuliah yang saya jalani, dimana sebagian mata kuliah merupakan ulangan dari mata kuliah yang hancur pada tahun tahun sebelumnya.

Saya selalu hadir kuliah, meskipun ada jam kuliah Jumat sore dan Selasa sore. Saya izin pulang kerja lebih awal, dan saya berterimakasih kepada teman-teman saya di Gojek yang bisa memaklumi keadaan saya waktu itu.

Saya rela bermacet-macetan menempuh perjalanan dari Blok-M, Jakarta Selatan ke Cempaka Putih, Jakarta Pusat demi mengindari absen mata kuliah. Untuk yang tahu betapa macetnya Jakarta Jumat sore, pasti paham perjuangan saya.

👨🏻‍💻 Tahun Ketujuh (Enam setengah)

Hanya 1 semester, 2020 pandemi melanda, kampus full mengadakan kuliah online dan Gojek juga mengambil kebijakan Full WFH.

Di semester ini saya masih harus menjalani 4 kuliah (masing-masing 3 sks) + 1 Tugas Akhir bertema Big Data. Tugas akhir tersebut merupakan topik baru di kampus kami, topik baru juga buat saya, dan belum begitu banyak referensi berbahasa Indonesia.

Terlepas dari berbagai duka dan saya berharap (kita semua berharap) pandemi ini segera tuntas. Tahun ini membawa berkah tersendiri buat saya.

Dengan diadakannya full kuliah online dan full WFH, saya memutuskan untuk pulang kampung dan hidup di kampung.

Saya bisa lebih mudah mengikuti setiap kelas dari 4 mata kuliah tadi dan saya bisa full mengikuti bimbingan TA dengan lancar di suasana desa yang tenang dan antri stres. Karena tidak perlu melakukan perjalanan.

Foto kami selepas sidang

Setelah melalui perkuliahan, UTS, UAS, bimbingan TA, akhirnya saya bisa mengikuti Sidang Tugas Akhir yang juga diadakan online. Saya pergi ke Jakarta lagi dan dengan para sahabat memutuskan untuk sidang kolektif di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Hasilnya sidang saya mendapatkan nilai A.

🎓 Wisuda

Pada Awal November kemarin saya resmi menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom) setelah mengikuti wisuda online yang diadakan rektorat kampus.

Sebuah perjalan yang buat saya pribadi sangat berkesan.

Kini saya FRESH GRADUATE 🤘

Penutup

Tulisan di atas merupakan tulisan singkat tentang perjalanan panjang saya selama lebih dari 6 setengah tahun kuliah. Saya senang dan bangga bisa menyelesaikan kuliah dengan biaya sendiri meskipun butuh waktu lebih lama dibanding teman-teman lain.

Banyak hal yang saya alami selama perjalanan itu, namun pelajaran yang dapat diambil untuk siapapun yang sedang atau ingin menjalani kuliah sambil bekerja adalah:

“Selesaikan apa yang yang telah kita mulai!”

Nggak papa lulus lama, yang penting selesai.

--

--

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store